Constructivism

Suatu pergerakan seni modern yang dimulai di Moscow pada tahun 1920, yang ditandai oleh penggunaan metoda industri untuk menciptakan object geometris. Constructivism Rusia berpengaruh pada pandangan moderen melalui penggunaan huruf sans-serif berwarna merah dan hitam diatur dalam blok asimetris. Gamabr dibawah adalah model dari Menara Tatlin, suatu monumen untuk Komunis Internasional.

006-konstruk.jpg

menara Tatlin

01042008981.jpg

Salah satu bentuk konstruktifisme pada bangunan Mall Kelapa Gading

01-04-08_1813.jpg

 

Futurism

Futurism adalah aliran seni di Italia didirkan tahun 1990 oleh Filippo Marinetti,seorang sastrawan. Gerakan ini mendapat inspirasi dari kehidupan yang berubah menjadi modern berkat teknologi mesin yang mengahsilkan unsur gerak dan kecepatan sebagai unsur yang sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia di awal abad ke 20. Tokoh futurisme dalam seni sastra selain Marinetti adalah Giacomoballa Ardengo sovvici dan Stephane Malarne. Furturisme kemudian juga berkembang dalam senirupa. Hal utama dalam futurisme adalah bagaimana menangkap unsur gerak dan kecepatan dalam lukisan : “….the futurist developed the concept of ‘dynamism’, the representation of humanity or machines in action…” (Duro, 1994:135). Futurisme memanfaatkan prinsip aneka tampak (multiple viewpoint) yang dikembangkan kubisme selain juga mempengaruhi de stijl.

Futurisme adalah aliran seni yang mendukung perkembangan tpografi sebagai unsur ekspresi dalam desain. Artinya, dalam futurisme huruf tidak hanya diperlakukan sebagai tanda bunyi tetapi juga sebagai lambang rupa untuk menyampaikan suatu makna. Hal ini disebabkan karena banyak penyair-penyair futurisme yang memanfaatkan tipografi sebagai bagian dari ungkapan perasaan dalam berpuisi.

dikutip dari buku Tinjauan Desain, Dari Revolusi Industri hingga Posmodern—

Futurism, seni yang muncul pada awal abad 2o-an yang menolak semua tradisi dan sebaliknya berusaha untuk menitikberatkan pada gaya hidup modern, dengan dua tema dominanya, mesin dan gerakan. Prinsip dari seni futurism ini dimulai oleh penyair Filipina bernama Filippo Tommaso Marinetti pada tahun 1909. Pada tahun- tahun berikutnya, para seniman Italia, Giacomo Balla, Umberto Boccioni, Carlo Carrà, Luigi Russolo, dan Gino Severini signed the Technical Manifesto of Futurist Painting. Futurism ditandai dengan mencoba melukiskan gerakan sesuatu secara berturut- turut dengan posisi yang berbeda. Contohnya adalah karya Severini yang berjudul Dynamic Hieroglyphic of the Bal Tabarin (1912, Museum of Modern Art, New York City) dan Armored Train (1915, Collection Richard S. Zeisler, New York City).Walaupun seni futurism tidak berlangsung lama, hanya sampai pada tahun 1914-an, pengaruhnya masih dapat dilihat dalam lukisan Marcel Duchamp, Fernand Léger, dan Robert Delaunay di Paris and arsitektur di Russia

481px-unique_forms_of_continuity_in_space_1913_bronze_by_umberto_boccioni.jpg

unique forms of continuity in space 1913 bronze by umberto boccioni

De Stijl

adalah nama sebuah majalah seni di Belanda yang terbit antara tahun 1917-1931. Tokoh utama pendirinya adalah Piet Mondrian. De Stijl adalah aliran seni yang tidak representasional, tidak ilustratif ataupun naratif. De Stijl menggunakan bentuk-bentuk geometris dengan susunan konstruksi yang sangat teknis. Dilihat dari bentuknya yang demikian De Stijl dapat disebut sebagai bagian dari aliran/gerakan seni Eropa yang dinamakan Konstruktivisme.

Pada awalnya Mondrian yang banyak dipengaruhi oleh Kubisme-nya Picasso. Namun Kubisme tidak mengembangkan abstraksi secara optimal sebagaimana yang diinginkan Mondrian: “ the espression of pure reality” ( Fachereau, 1994:20). Ini yang menyebabkan Mondrian mengembangkan sendiri abstraksi dengan menghilangkan berbagai garis lengkung sehingga tersisa garis vertical dan horizontal. Gaya ini yang disebut sebagai Neo-Platisisme.

Neo-Platicism adalah sebuah gaya dalam De-Stijl yang menekankan kelenturan bidang dengan cara memanfaatkan garis vertikal-horisontal dan warna (biru-merah-kuning dan hitam putih). Mondrian mulai menggunakan istilah ini tahun 1920. Salah satu karya terkenalnya adalah Compasition with Red, Yellow, Blue and Black (1921). Lukisan ini adalah salah satu dari sekian banyak rangkaian karya-karya lukisnya yang terdiri dari bidang dan garis vertikal-horisontal berwarna merah, biru, kuning, hitam dan putih. Berdasarkan lukisan-lukisan Mondrian ini, seorang arsitek Belanda yang diilhami oleh gaya lukisan Mondrian adalah Gerrit Rietvield. Rietvield merancang sebuah rumah untuk seorang yang bernama Schroder. Rumah beserta interior dan kursinya memiliki bentuk dan warna berdasarkan lukisan Mondrian. Rumah tersebut kemudian terkenal dengan sebutan berdasarkan nama pemiliknya : “Schroder House” dan kursi rancangannya dinamakan “Red/blue Chair” (1918-1923)

—–dikutip dari buku Tinjauan Desain, Dari Revolusi Industri hingga Posmodern—-

Gaya yang berasal dari Belanda, De Stijl adalah suatu seni dan pergerakan disain yang dikembangkan sebuah majalah dari nama yang sama ditemukan oleh Theo Van Doesburg. De Stijl menggunakan bentuk segi-empat kuat, menggunakan warna-warna dasar dan menggunakan komposisi asimetris. De Stijl atau dalam Bahasa Inggris the style adalah gerakan seni di sekitar tahun 1920an. Konsep ini berkembang seiring terjadinya perang dunia pertama yang berlarut-larut. Komunitas seni de Stijl kemudian berusaha memenuhi keinginan masyarakat dunia mengenai sistem keharmonisan baru di dalam seni.

Konsep ini diwujudkan dalam pemikiran utopia. Mereka mewujudkan abstraksi dan keuniversalan dengan mengurangi campur tangan bentuk dan kekayaan warna semaksimal mungkin. Komposisi visual disederhanakan menjadi hanya bidang dan garis dalam arah horisontal dan vertikal, dengan menggunakan warna-warna primer seperti merah, biru, dan kuning di samping bantuan warna hitam dan putih.

Dalam kebanyakan karya seni, garis vertikal dan horisontal tidak secara langsung bersilangan, tetapi saling melewati satu sama lain. Hal ini bisa dilihat dari lukisan Mondrian, Rietveld Schröder House, dan Red and blue chair.

Pengaruh dan perkembangan

Konsep de Stijl banyak dipengaruhi filosofi matematikawan M. H. J. Schoenmaekers. Piet Mondrian, kemudian mempublikasikan manifes seni mereka Neo-Plasticism pada tahun 1920, meskipun istilah ini sebenarnya sudah digunakan olehnya pada 1917 di Belanda dengan frase Nieuwe Beelding. Pelukis Theo van Doesburg kemudian mempublikasikan artikel De Stijl dari 1917 hingga 1928, menyebarkan teori-teori kelompok ini. Perupa de Stijl antara lain pematung George Vantongerloo, dan arsitek J.J.P. Oud dan Gerrit Rietveld.

Pada dasarnya aliran de Stijl hanya bergerak dalam dunia lukis. Sebab bagaimanapun konsep de Stijl adalah abstraksi secara ideal komposisi warna dalam bentuk dua dimensi, walaupun kemudian juga menghasilkan kesan ruang. Pemanfaatannya sangat banyak di dalam interior dan arsitektur. namun seperti yang ditulis oleh Piet Mondrian bahwa de Stijl tetaplah sebuah konsep ideal dalam dua dimensi. Meskipun Theo van Doesburg berusaha keras memperjuangkan pengaplikasiannya dalam dunia arsitektur, de Stijl tetaplah hanya menjadi bahan pertimbangan dalam pengolahan bidang-bidang warna, bukan arsitekturnya sendiri.

de Stijl meredup seiring perpecahan di antara Theo van Doesburg yang aplikatif dan Piet Mondrian yang teoritis. Hingga akhirnya majalah de Stijl terakhir kali terbit untuk mengenang kematian Theo van Doesburg.



Seniman yang terlibat dalam gerakan de Stijl

Piet Mondrian (18721944)

Theo van Doesburg (18831931)

Ilya Bolotowsky (19071981)

Marlow Moss (18901958)

Amédée Ozenfant (18861966)

Max Bill (19081994)

Jean Gorin (18991981)

Burgoyne Diller (19061965)

Georges Vantongerloo (18861965)

Gerrit Rietveld (18881964)

 

compo.jpg

 

“Card Players,” oil painting by De Stijl artist Theo van Doesburg, 1917;
in the collection of the Haags Gemeentemuseum, The Hague

dsc01111.jpg

Salah satu pengaplikasian aliran de-stjil pada visualisasi fashion.

01042008984.jpg

De-stjil dalam salah satu interior ruangan

Art Deco

ART DECO

Berawal dari pameran yang berjudul Paris expodition des Art Decoratifs es industries pada tahun 1925 di Perancis, didapatkan nama ART DECO. Art Deco pada awalnya muncul dan berkembang di Perancis di antara dua perang dunia pada tahun 1920-an, mengantisipasi perkembangan teknologi. Kehebatan mesin dan dunia transportasi seperti pesawat terbang dan kapal laut menjadi inspirasi dan pendukung berkembangnya gaya ini. Di Amerika gaya Art Deco juga menghasilkan pendekatan baru dalam desain untuk kendaraan transportasi yaitu, munculnya ornamen-ornamen dekoratif yang memanfaatkan unsur-unsur garis hias yang mengesankan gerak dan kecepatan. Jaman Art Deco sangat terkenal dengan mobil, kapal laut dan pesawat terbang yang dianggap sebagai simbil modernitas.

Gaya Art Deco banyak dimanfaatkan dalam arsitektur, desain grafis, desain otomotif, desain furnitur, desain produk. Gaya Art Deco ini disebut juga gaya Moderne atau Modernistik yaitu perpaduan antara bentuk baru yang disederhanakan dengan kecenderungan dekoratif lama. Desain Art Deco banyak menggunakan bahan-bahan mahal dan sedikit ornamen hias. Ornamen yang digunakan lebih beraturan dan banyak menggunakan garis-garis lurus atau persegi (rectilinear).

Art Deco adalah kecenderungan visual yang murni gaya, tanpa ideologi apapun. Gaya Art Deco menyebar di berbagai negara Eropa. Perancis sebagai pusat Art Deco telah memiliki sekolah seni dekoratif The Martine School sejak tahun 1911. Walaupun pada saat itu modernisme yang mengutamakan fungsionalisme dalam desain sedang berkembang, namun kelas menengah yang mampu tetap memiliki kecenderungan estetis pada gaya dekoratif.

Tokoh Art Deco yang terkenal, terutama di Perancis adalah AM Cassandre, Jean Carlu. Desain Art Deco banyak menggunakan gradasi warna yang halus serta warna yang mengesankan efek kilauan atau lengkungan logam. Tidak seluruh gaya Art Deco dapat disebut mewah, karena gaya Art Deco untuk arsitektur Amerika justru dapat menekan biaya produksi. Di Amerika, Art Deco banyak digunakan sehingga seringkali disebut “gaya Odeon”.

Art Deco mencoba tampil di tengah-tengah jaman modernisme dengan memanfaatkan ornamen hias. Art Deco banyak digunakan untuk menampilkan kesan futuristik. Art Deco mementingkan kebebasan, anarkis dan suasana karnaval. Sebuah buku berjudul “Mise en Page” (1929) karya pedesain Art Deco Perancis A. Tollmer menjelaskan:

“…lay-out harus bebas dari segala aturan. Untuk mendapatkan kombinasi yang paling bervariasi, menjadi sangat perlu untuk membuang susunan yang setia pada sumbu vertikal-horisontal. Dapatkan komposisi miring (oblique) atau lengkungan. Inilah teknik moderen untuk periklanan moderen.”

Art Deco Lahir di Paris 1925 pada sebuah pameran International Exposition des Arts Decoratifs. Pada pameran itu, ada dua pavilion yang lain dari peserta lainnya pada masa itu. Sampai-sampai ada pengunjung membuat lelucon bahwa kedua pavilion itu terbuat dari kotak-kotak peti kemas. Dengan style yang sangat kaku, geometrik, konstrukstif tipikal Rusia dan satu pavilion kecil sebuah majalah seni, L’Esprit Nouveau New Spirit), yang di desain oleh dua orang sepupu CharlesEdouard dan Pierre jeanneret yang dikenal sebagai Le Corbusier.

Style ini adalah gaya yang berkembang karena kejenuhan masyarakat akan art nouveau yang dianggap terlalu dekoratif. Sebagian besar format art deco adalah bentuk geometris yang lebih jazzy/stylish dan seringkali terinspirasi dari dunia Afrika, dengan kayu-kayu tropis, menggunakan motif inlays, zebra dan leopard.

534px-chrysler_building-_top.jpg

chrysler building

01042008995.jpg

Pola Art deco pada tiang pada sebuah Mall. geometris, segitga dan perulangan.

da-vinci.jpg

salah satu gedung dijakarta yang berarsitektur Art deco…

Bauhaus

Merupakan sebuah aliran ( gaya ) arsitektur yang didirikan oleh Walter Gropius pada tahun 1919. Pelopor International Style dan mengenalkan konsep “form follows function”, yaitu bentuk bangunan mengikuti fungsi yang ada pada bangunan tersebut. Bauhaus memiliki pengaruh besar terhadap arsitektur dunia.

Sejarah institusi Bauhaus Jerman

Bauhaus merupakan ikon dari perkembangan Seni dan Arsitektur yang lahir akibat revolusi industri di daratan Eropa pada awal abad 20. Bauhaus merupakan aliran dengan ideolog Perdamaian antara Seni dan Industri. Kelahiran Bauhaus didahului dengan terbentuknya Deutscher Werkbund pada 9 Oktober 1907 di Munchen, Jerman,

Mereka ingin mencari solusi untuk meningkatkan kualitas produk-produk desain Jerman.

usaha melepaskan diri dari idiom-idiom desain konservatif yang telah berkembang di daratan Eropa, termasuk Jerman selama berabad-abad, sehingga Deutscher Werkbund dikenal sebagai pionir Modernism dalam ranah arsitektur. Henry-Russel Hitchcock dan Philip Johnson lantas mempopulerkan Deutscher Werkbund sebagai The International Style pada pameran Arsitektur Modern di The Museum of Modern Art, New York , 1932.

Akibat perbedaan ideologi, pada 1914 Deutscher Werkbund terpecah dua, menjadi kelompok Typisierung yang dipimpin Peter Behrens dan Mutheseus serta kelompok Kunstwollen yang dipimpin oleh Henry van de Velde, Hugo Haering, Hans Poelzig dan Bruno Taut.

Walter Gropius termasuk dalam kelompok Kunstwollen yang pada akhirnya mendirikan Bauhaus di kota Wiemar, Jerman, pada 1919.

Kelahiran Bauhaus ditandai dua hal. Selain tuntutan dunia industri terhadap masalah-masalah desain yang lebih fleksibel dan bisa diproduksi secara massal, juga didorong revolusi desain dari kemunculan tren Gaya Art-Deco di Paris, Prancis, dan kelompok De-Stijl di Rotterdam, Belanda, pada periode yamg sama.

Bauhaus lebih mengutamakan kepada penciptaan prinsip-prinsip dasar desain modern sedangkan Art-Deco lebih kepada hasil penerapannya. Tapi keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu menjadikan karya desain sebagai milik semua kalangan masyarakat.

Seni Bauhaus

Pada awal berdirinya, Bauhaus memfokuskan diri pada masalah seni dan kerajinan,

Tokoh-tokoh seni di Bauhaus diantaranya Paul Klee, Oskar Schlemmer, Wassily Kandinsky, El Lissitzky, Lazlo Moholy-Nagly, Marcks, Feinninger, Munche Schlemmer, dan Johannes Itten. Mereka dikenal sebagai Master of Form.

Karya seni lukis Bauhaus kebanyakan berbentuk kubisme dan ekspresionisme yang merupakan pengaruh dari pelukis modern Rusia bergaya konstruktivisme. Pesatnya perkembangan industri dan meningkatnya kebutuhan alat rumah tangga–seiring perubahan dari tatanan masyarakat agraris ke masyarakat industri akibat dari revolusi industri–desain produk seperti furnitur dan alat rumah tangga lain yang kebanyakan didominasi bahan metal, kulit dan kaca, mulai mendapat perhatian di Bauhaus

Arsitektur Bauhaus

1930-1932 terjadi kemunduran berarti di Bauhaus yaitu pada masa kepemimpinan Ludwig Mies van der Rohe. Pada 1933 Bauhaus pindah ke kota Berlin dan ditutup pada tanggal 10 Agustus 1933 oleh pemerintahan NAZI. Tokoh-tokoh Bauhaus banyak yang berimigrasi ke Amerika Serikat termasuk Mies van der Rohe yang kembali menemukan popularitasnya di sana dengan menjadi pimpinan Illinos Institute of Technology di Chicago.

Pada dasarnya arsitektur Bauhaus bercirikan denah yang signifikan dengan aktifitas dan fungsi antar ruang yang saling berkaitan–yang kebanyakan berupa bangunan pabrik–terbebas dari aturan gaya arsitektur dan ornamentasi.

Tetapi bagaimanapun Bauhaus telah menjadi pencetus ideologi baru di bidang desain, meskipun umurnya tidak begitu panjang. Termasuk terhadap perkembangan desain pada seni dan arsitektur di Indonesia .

 


Bauhaus adalah sebuah ikon dari perkembangan Seni dan Arsitektur yang lahir akibat revolusi industri di daratan Eropa pada awal abad 20. Seni dan Arsitektur Bauhaus merupakan aliran dengan ideolog Perdamaian antara Seni dan Industri. Kelahiran Bauhaus didahului dengan terbentuknya Deutscher Werkbund pada 9 Oktober 1907 di Munchen, Jerman, yang digagas oleh 2 (dua) arsitek, Theodor Fischer dan Hermann Mutheseus.Deutscher Werkbund adalah nama kelompok diskusi yang terdiri dari seniman muda, arsitek muda, penulis muda, pengrajin muda dan kalangan industri, yang pada awal berdirinya, kelompok ini beranggotakan 12 seniman dan 12 pemilik industri dan dianggap kelompok kelas menengah waktu itu.Mereka ingin mencari solusi untuk meningkatkan kualitas produk-produk desain Jerman. Selain itu, diskusi ini juga mengarah pada usaha melepaskan diri dari idiom-idiom desain konservatif yang telah berkembang di daratan Eropa, termasuk Jerman selama berabad-abad, sehingga Deutscher Werkbund dikenal sebagai pionir Modernism dalam ranah arsitektur. Henry-Russel Hitchcock dan Philip Johnson lantas mempopulerkan Deutscher Werkbund sebagai The International Style pada pameran Arsitektur Modern di The Museum of Modern Art, New York, 1932.

Akibat perbedaan ideologi, pada 1914 Deutscher Werkbund terpecah dua, menjadi kelompok Typisierung yang dipimpin Peter Behrens dan Mutheseus serta kelompok Kunstwollen yang dipimpin oleh Henry van de Velde, Hugo Haering, Hans Poelzig dan Bruno Taut. Arsitek muda Walter Gropius termasuk dalam kelompok Kunstwollen yang pada akhirnya mendirikan Bauhaus di kota Wiemar, Jerman, pada 1919. Kota Wiemar adalah sebuah Acropolis (Negara-Kota) berbentuk republik yang baru saja berdiri.

Bauhaus merupakan hasil penggabungan dari 2 (dua) sekolah seni; Kunstgewerbeschule (Grand-Ducal Saxon School of Arts and Crafts) dan Hochschule fuer Bildendekunst (Grand-Ducal Saxon Academy of Fine Arts). Sistem pendidikan Bauhaus pada awalnya menyerupai sistem yang terdapat pada kuil-kuil Budha Shaolin dengan tema sentralnya di bidang desain. Para mahasiswa diberi pendidikan desain dengan metoda kerja-praktek yang diseling ritual latihan pernafasan, latihan fisik, meditasi, dan vegetarian serta memanfaatkan bengkel praktek dan kantin sebagai pusat interaksi sosial antarwarga Bauhaus, terutama antara master dan murid.

Sistem ini diperkenalkan oleh Johannes Itten–seorang pelukis modern–yang bergabung sebagai pengajar di Bauhaus pada 1920 dan membina mahasiswa baru dalam kuliah-kuliah pendahuluan. Itten sebelumnya pernah belajar ilmu kebatinan dalam filsafat timur Persia Kuno. Metoda pendidikan yang berbau mistik ini berlangsung sampai Itten berhenti dari Bauhaus pada 1923.

Kelahiran Bauhaus ditandai dua hal. Selain tuntutan dunia industri terhadap masalah-masalah desain yang lebih fleksibel dan bisa diproduksi secara massal, juga didorong revolusi desain dari kemunculan tren Gaya Art-Deco di Paris, Prancis, dan kelompok De-Stijl di Rotterdam, Belanda, pada periode yamg sama.

Bauhaus lebih mengutamakan kepada penciptaan prinsip-prinsip dasar desain modern sedangkan Art-Deco lebih kepada hasil penerapannya. Tapi keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu menjadikan karya desain sebagai milik semua kalangan masyarakat. Tidak terbatas pada kaum aristokrat. Sehingga dalam perkembangannya sulit dipisahkan pengaruh Bauhaus terhadap desain bergaya Art-Deco, terutama dibidang seni lukis, desain furnitur, desain tekstil dan fashion.

Revolusi desain oleh Bauhaus berintikan penolakan secara formal terhadap sejarah seni yang disebut anti-historism pada masyarakat yang sangat konservatif–antitesis dari lembaga yang sama di Paris, Prancis, Ecole des Beaux Arts yang mengutamakan pendidikan sejarah seni–dan hal inilah yang memberi pengaruh sangat besar terhadap perkembangan desain dan industri di dunia sampai saat ini.

Seni Bauhaus

Pada awal berdirinya, Bauhaus memfokuskan diri pada masalah seni dan kerajinan, sehingga para pengajar di Bauhaus didominasi seniman dan perajin, terutama pelukis modern dibanding arsitek, walaupun pendirinya arsitek muda kawakan. Tokoh-tokoh seni di Bauhaus diantaranya Paul Klee, Oskar Schlemmer, Wassily Kandinsky, El Lissitzky, Lazlo Moholy-Nagly, Marcks, Feinninger, Munche Schlemmer, dan Johannes Itten. Mereka dikenal sebagai Master of Form dan kebanyakan berasal dari Rusia.

Karya seni lukis Bauhaus kebanyakan berbentuk kubisme dan ekspresionisme yang merupakan pengaruh dari pelukis modern Rusia bergaya konstruktivisme. Pesatnya perkembangan industri dan meningkatnya kebutuhan alat rumah tangga–seiring perubahan dari tatanan masyarakat agraris ke masyarakat industri akibat dari revolusi industri–desain produk seperti furnitur dan alat rumah tangga lain yang kebanyakan didominasi bahan metal, kulit dan kaca, mulai mendapat perhatian di Bauhaus

Eksperimen bentuk untuk produk-produk industri dikenalkan oleh tokoh muda Bauhaus, Josef Albert (1888-1976). Untuk produk furnitur, yang paling menonjol dan masih diproduksi sampai sekarang adalah karya desainer Marcel Bruer diantaranya Wassily Chair dan B32 Chair. Seni Bauhaus tetap menjadi literatur para desainer, baik dibidang furnitur, seni lukis, desain mode dan fashion sampai saat ini.

Arsitektur Bauhaus

Pada awal berdirinya Bauhaus di kota Wiemar, bidang arsitektur belum mendapat perhatian khusus. Para arsitek yang terlibat dalam ‘kuil desain’ Bauhaus hanya membicarakan arsitektur pada skala cabang-cabang desain berupa desain material bangunan. Setelah kepindahan Bauhaus dari kota Wiemar ke kota Dessau 1926, baru bidang arsitektur mendapat perhatian khusus.

Hal ini mulai terlihat pada kampus baru Bauhaus di Dessau yang didesain oleh Walter Gropius dengan penampilan bangunan berbentuk kubus dengan atap datar serta a-simetris dan tanpa ornamentasi, yang sebenarnya mulai menjadi tren di Jerman waktu itu. Komponen bangunan terdiri dari pre-pabrikasi beton, beton bertulang, kaca dan metal dalam bentuk produksi massal.

Gedung Bauhaus yang baru ini terdiri dari ruang studio, bengkel seni, teater, auditorium, gymnasium, ruang dosen dan kantin serta kantor berpraktek arsitek bagi Walter Gropius. Pada 1927 baru didirikan jurusan arsitektur yaitu setahun setelah pindah ke Dessau. Ketika kepemimpinan Bauhaus beralih dari Walter Gropius ke Hannes Meyer–seorang arsitek Swiss kawakan–pada 1928 program pendidikan arsitektur lebih terfokus pada permasalah kota, yaitu berdasarkan realitas sosial yang ada dimana terjadi permintaan akan pemukiman bagi para pekerja pabrik akibat pertumbuhan industri. Sehingga arsitektur yang tampil adalah berupa bagunan sederhana, murah dan dapat dibongkar pasang, termasuk furniturnya.

Pada periode ini terdapat para pengajar bidang perkotaan antara lain Mart Stamp, Ludwig Hilberseimer dan Hannes Meyer sendiri. Dari 1930-1932 terjadi kemunduran berarti di Bauhaus yaitu pada masa kepemimpinan Ludwig Mies van der Rohe. Pada 1933 Bauhaus pindah ke kota Berlin dan ditutup pada tanggal 10 Agustus 1933 oleh pemerintahan NAZI. Tokoh-tokoh Bauhaus banyak yang berimigrasi ke Amerika Serikat termasuk Mies van der Rohe yang kembali menemukan popularitasnya di sana dengan menjadi pimpinan Illinos Institute of Technology di Chicago. Tokoh sentral Bauhaus yang tetap dikenang sampai sekarang dalam pendidikan arsitektur adalah Walter Gropius dan Hannes Meyer.

Daya tarik dan nama besar Bauhaus telah membuat Yayasan Bauhaus di Dessau kembali mendirikan sekolah yang bernama Bauhaus Kolleg pada 1999, tetapi nafasnya sangat jauh berbeda dan semangat ini lebih kepada romatisme terhadap Bauhaus. Perlu dipahami bahwa pengertian arsitektur Bauhaus tidak terbatas pada jurusan arsitektur yang ada di Bauhaus, tetapi karya-karya arsitektur yang lahir bersamaan dengan Bauhaus yaitu dari arsitek yang aktif di Deutscher Werkbund.

Arsitek-arsitek yang karyanya dianggap berideologi Bauhaus antara lain; arsitek Peter Behrens dengan karya AEG Turbin factory Assembly Hall (di Berlin 1908-1909), arsitek Hans Poelzig dengan karya Sulphuric Acid Factory (di Luban, 1911-1912), arsitek Walter Gropius, Adolf Meyer dan Edward Werner dengan karya Fagus Shoe last Factory (di Leine, 1910-1914), arsitek Erich Mendelsohn dengan karya Einstein Tower (di Postdam, 1920-1921) dan Schocken Department Store (di Stuttgart, 1926-1928), arsitek Fritz Hoger dengan karya Chile House (di Hamburg, 1922-1924), arsitek Adolf Loos dengan karya Goldman & Salalsch Building (di Vienna, 1909-1911), dan arsitek Bruno Taut dan Martin Wagner dengan karya Britz Estate (di Berlin, 1925-1927).

Pada dasarnya arsitektur Bauhaus bercirikan denah yang signifikan dengan aktifitas dan fungsi antar ruang yang saling berkaitan–yang kebanyakan berupa bangunan pabrik–terbebas dari aturan gaya arsitektur dan ornamentasi. Selain itu juga berupa bangunan tinggi dengan mengekspos tangga atau elevator serta berdinding kaca. Dalam ranah arsitektur, pengaruh Bauhaus masih terasa sampai sekarang, karena Bauhaus telah berhasil membebaskan arsitektur dari tradisi lama berwujud greeko-roman yang historism, serta membuka jalan bagi perkembangan arsitektur modern. Walaupun sesudahnya mendapat kritikan yang tajam terhadap perkembangan arsitektur modern dengan stream–The International Style. Bagaimanapun Bauhaus telah menjadi pencetus ideologi baru di bidang desain, meskipun umurnya tidak begitu panjang. Termasuk terhadap perkembangan desain pada seni dan arsitektur di Indonesia.

bauhaus1.jpg

Gedung Bauhaus

gedung-ap-ni.jpg

Salah satu gedung di jakarta yang bergaya Bauhaus

ART AND CRAFT MOVEMENT

Dengan adanya revolusi industri, bidang industri semakin berkembang. Berbagai jenis barang kebutuhan diproduksi dalam pabrik. Namun kualitasnya makin menurun dari hari ke hari. Sebagai reaksi dari keadaan tersebut, timbul suatu gerakan yang dinamakan ‘Art & Craft Movement’.

Gerakan seni dan kriya atau lebih dikenal dalam bahasa Inggris sebagai art and craft movement adalah suatu gerakan pada akhir masa revolusi industri yang mementingkan komitmen kerja dan keindahan. Penganutnya menolak estetika yang dihasilkan oleh produksi secara massal, yang dianggap sebab utama hilangnya keindahan individual.

Pelopornya adalah John Ruskin (1819-1900) dan William Morris (1834-1896). Ruskin melihat adanya ‘suatu yang hilang’, para seniman tidak lagi menikmati ‘proses produksi’, akibat pelaksanaannya yang terstandarisasi, sehingga dapat menghambat kreativitas para seniman. Penggunaan mesin dalam setiap proses produksi menghasilkan produk yang terstandarisasi. Gerakan Art & Craft ini memusuhi mesin, sehingga tiap produk yang dihasilkan merupakan buatan tangan hasil kreativitas para seniman.

Art and craft movement memberikan kesan kembali ke periode gothic, roccoco, dan renaisans. Salah satu ciri utamanya adalah karya seni dibuat secara individu oleh seniman dengan sentuhan artistik yang khas. Setiap karya digarap dengan serius dan teliti.

Art and Craft Movement ingin mengembalikan pada kaidah ‘recover humanity and beauty’. Karya-karya Morris sendiri banyak dipengaruhi oleh inspirasi Gothic Art, yang dianggap sebagai the culture of the God, berkesan glorious dengan sifat yang authorian (dengan kekuasaan/ authority tertinggi berada di ‘tangan’ Tuhan). Tema-tema gothic sendiri memberikan kesan dignity, religius serta menekankan pada harmoni. Hal ini akan segera tertangkap pada kediaman Morris yang terlihat ‘terinspirasi’ dengan bangunan yang menjulang, pemilihan bahan (batu bata merah) yang sangat harmoni dan selaras dengan rerumputan hijau di halaman yang lapang. Atau penggambarannya atas sosok ideal wanita pada masa tersebut yang lebih bermain pada distorsi (dengan memanjangkan kaki dan membuat sosok yang lebih kurus) yang sangat berlainan dengan sosok wanita ideal dari era renaissance yang lebih mengagungkan sosok yang padat dan berisi.

Karya-karya pada Art and Craft Movement berangkat dengan gaya yang baru (new style) dengan inspirasi dari alam (nature) yang disederhanakan (simplified) serta ditampilkan dalam bentuk pattern. Produk-produknya juga merupakan kombinasi dari art dan craft (sesuai nama gerakannya) yang begitu memperhatikan kualitas. Art and Craft Movement menekankan pada produk-produk yang dihasilkan dengan tangan (hand made), meski untuk itu produk yang dihasilkan secara jumlah menjadi sangat terbatas. Itu dikarenakan gerakan ini anti mesin-mesin industri untuk membuat produksi yang lebih massal. Ini pula yang kemudian dianggap sebagai faktor yang membuat gerakan ini dianggap gagal.

image.jpgContohnya : Red House (1859)

Pembangunan Red House seluruhnya merupakan hasil kreativitas manusia, tanpa menggunakan mesin, pengerjaannya seluruhnya merupakan buatan tangan mulai dari sistem struktur sampai pada ornamen-ornamennya. Bangunannya masih tetap terdiri dari bentuk geometris sederhana, bangunan mulai metampakkan kesan “ringan”-nya degan adanya jendela lebar pada façade, yang dimungkinkan karena pergantian sistem struktur dari sistem dinding-pemikul ke sistem rangka. Tampilan ukiran mulai ditinggalkan, digantikan dengan bahan yang prafabrikasi. Portico kembali menyusut secara fungsional, dimana bentukan lengkung mash tetap dipakai, tetapi bukan sebagai bentkan yang dominan.

Art Nouveau

Nama ‘Art Nouveau’ yang yang berasal dari nama dari suatu toko di Paris, Maison de l’Art Nouveau, pada waktu itu dikelola oleh Siegfried Bing, benda-benda nya yang dipajang saat itu berdesain Art Nouveau

Art Nouveau adalah satu gaya yang internasional dari seni, arsitektur dan desain mencapai puncak di ketenaran di abad 20 (1890–1905) dan karakteristiknya merupakan gaya tingkat tinggi, mengalir, desain curvilinear motif berhubungan dengan inspirasi bunga. Gaya desain ini dikenal selama lima belas periodedi Eropabarat.

Poster of Maude Adams as Joan of Arc, by Alfons Mucha, 1909

Poster of Maude Adams as Joan of Arc, by Alfons Mucha, 1909

Aubrey Beardsley, Isolde, 1895

Aubrey Beardsley, Isolde, 1895 illustration for The Studio magazine of the tragic opera heroine drinking the fateful love-potion she believes to be poison.

he Peacock Skirt, 1892 by Aubrey Beardsley

The Peacock Skirt, by Aubrey Beardsley, (1892).

Chair designed by Henry Van de Velde for his house “Bloemenwerf” in Brussels.

Chair designed by Henry Van de Velde in Brussels.

01042008990.jpg

Motif Art Noveau sangat digemari kaum hawa sebagai motif pada fashion.

dsc01136.jpg

Art Nouveau sangat bersifat dekoratif, sehingga sangat cocok dijadikan barang pajangan yang berkelas.

kecil.jpg

Hi There – Selamat datang di dunia Antibeauty – Please Enjoy

Salam kenal semuanya … Hi pak Adit… perkenalkan kami adalah kelompok Antibeauty. Mengapa kelompok kami bernama Antibeauty?, bukan karena kami tidak cinta keindahan atau kedamaian, tetapi didunia ini tidak ada gading yang tak retak, segala sesuatu didunia ini tidak ada yang sempurna…mhh….. kira-kira begitulah kata pepatahnya. Percaya ngak percaya itu terserah anda….,tetapi visi dan misi kelompok kami adalah mengubah ketidak sempurnaan tersebut menjadi Sempurna….^^ Kelompok kami terdiri dari 6 orang, 1pria, 5 wanita—-> (koq kayak judul film ya!) anggotanya sebagai berikut
hehehehehhe.jpg
Name : Chrisco (Ketua)
Nick Name : CO
NIM :625050059
Email : clis_co@yahoo.co.id
co_2@live.com
20022008691.jpg
Name : Frensiska
Nick Name : Siska
NIM : 625050041
Email : frenz zhao@yahoo.com
18-06-07_2102.jpg
Name : Mariana S.I
Nick Name : Nana
NIM : 625050023
Email : Luv_na87@yahoo.com
05-01-08_1830.jpg
Name : Lia Novita
Nick Name : Lia
NIM : 625050061
Email :blue_ophine@yahoo.co.id
buterfly2.jpg
Name : Riani M
Nick Name : Yunce
NIM : 625050056
Email : oriesmi@yahoo.com
25-10-07_0415.jpg
Name : Lusiyana
Nick Name : Lusi
NIM : 625050060
Email : zhong_lusi@yahoo.com
Ok sebelum dan sesudahnya kita ngucapin trima kasih banget bagi yang udah baca-baca diblog ini. Semoga Blog ini berguna bagi teman-teman semua.
Salam hangat dan jabat erat
-Antibeauty-
antibeautys@yahoo.com