Archive for March 18, 2008

Constructivism

Suatu pergerakan seni modern yang dimulai di Moscow pada tahun 1920, yang ditandai oleh penggunaan metoda industri untuk menciptakan object geometris. Constructivism Rusia berpengaruh pada pandangan moderen melalui penggunaan huruf sans-serif berwarna merah dan hitam diatur dalam blok asimetris. Gamabr dibawah adalah model dari Menara Tatlin, suatu monumen untuk Komunis Internasional.

006-konstruk.jpg

menara Tatlin

01042008981.jpg

Salah satu bentuk konstruktifisme pada bangunan Mall Kelapa Gading

01-04-08_1813.jpg

 

Futurism

Futurism adalah aliran seni di Italia didirkan tahun 1990 oleh Filippo Marinetti,seorang sastrawan. Gerakan ini mendapat inspirasi dari kehidupan yang berubah menjadi modern berkat teknologi mesin yang mengahsilkan unsur gerak dan kecepatan sebagai unsur yang sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia di awal abad ke 20. Tokoh futurisme dalam seni sastra selain Marinetti adalah Giacomoballa Ardengo sovvici dan Stephane Malarne. Furturisme kemudian juga berkembang dalam senirupa. Hal utama dalam futurisme adalah bagaimana menangkap unsur gerak dan kecepatan dalam lukisan : “….the futurist developed the concept of ‘dynamism’, the representation of humanity or machines in action…” (Duro, 1994:135). Futurisme memanfaatkan prinsip aneka tampak (multiple viewpoint) yang dikembangkan kubisme selain juga mempengaruhi de stijl.

Futurisme adalah aliran seni yang mendukung perkembangan tpografi sebagai unsur ekspresi dalam desain. Artinya, dalam futurisme huruf tidak hanya diperlakukan sebagai tanda bunyi tetapi juga sebagai lambang rupa untuk menyampaikan suatu makna. Hal ini disebabkan karena banyak penyair-penyair futurisme yang memanfaatkan tipografi sebagai bagian dari ungkapan perasaan dalam berpuisi.

dikutip dari buku Tinjauan Desain, Dari Revolusi Industri hingga Posmodern—

Futurism, seni yang muncul pada awal abad 2o-an yang menolak semua tradisi dan sebaliknya berusaha untuk menitikberatkan pada gaya hidup modern, dengan dua tema dominanya, mesin dan gerakan. Prinsip dari seni futurism ini dimulai oleh penyair Filipina bernama Filippo Tommaso Marinetti pada tahun 1909. Pada tahun- tahun berikutnya, para seniman Italia, Giacomo Balla, Umberto Boccioni, Carlo Carrà, Luigi Russolo, dan Gino Severini signed the Technical Manifesto of Futurist Painting. Futurism ditandai dengan mencoba melukiskan gerakan sesuatu secara berturut- turut dengan posisi yang berbeda. Contohnya adalah karya Severini yang berjudul Dynamic Hieroglyphic of the Bal Tabarin (1912, Museum of Modern Art, New York City) dan Armored Train (1915, Collection Richard S. Zeisler, New York City).Walaupun seni futurism tidak berlangsung lama, hanya sampai pada tahun 1914-an, pengaruhnya masih dapat dilihat dalam lukisan Marcel Duchamp, Fernand Léger, dan Robert Delaunay di Paris and arsitektur di Russia

481px-unique_forms_of_continuity_in_space_1913_bronze_by_umberto_boccioni.jpg

unique forms of continuity in space 1913 bronze by umberto boccioni

De Stijl

adalah nama sebuah majalah seni di Belanda yang terbit antara tahun 1917-1931. Tokoh utama pendirinya adalah Piet Mondrian. De Stijl adalah aliran seni yang tidak representasional, tidak ilustratif ataupun naratif. De Stijl menggunakan bentuk-bentuk geometris dengan susunan konstruksi yang sangat teknis. Dilihat dari bentuknya yang demikian De Stijl dapat disebut sebagai bagian dari aliran/gerakan seni Eropa yang dinamakan Konstruktivisme.

Pada awalnya Mondrian yang banyak dipengaruhi oleh Kubisme-nya Picasso. Namun Kubisme tidak mengembangkan abstraksi secara optimal sebagaimana yang diinginkan Mondrian: “ the espression of pure reality” ( Fachereau, 1994:20). Ini yang menyebabkan Mondrian mengembangkan sendiri abstraksi dengan menghilangkan berbagai garis lengkung sehingga tersisa garis vertical dan horizontal. Gaya ini yang disebut sebagai Neo-Platisisme.

Neo-Platicism adalah sebuah gaya dalam De-Stijl yang menekankan kelenturan bidang dengan cara memanfaatkan garis vertikal-horisontal dan warna (biru-merah-kuning dan hitam putih). Mondrian mulai menggunakan istilah ini tahun 1920. Salah satu karya terkenalnya adalah Compasition with Red, Yellow, Blue and Black (1921). Lukisan ini adalah salah satu dari sekian banyak rangkaian karya-karya lukisnya yang terdiri dari bidang dan garis vertikal-horisontal berwarna merah, biru, kuning, hitam dan putih. Berdasarkan lukisan-lukisan Mondrian ini, seorang arsitek Belanda yang diilhami oleh gaya lukisan Mondrian adalah Gerrit Rietvield. Rietvield merancang sebuah rumah untuk seorang yang bernama Schroder. Rumah beserta interior dan kursinya memiliki bentuk dan warna berdasarkan lukisan Mondrian. Rumah tersebut kemudian terkenal dengan sebutan berdasarkan nama pemiliknya : “Schroder House” dan kursi rancangannya dinamakan “Red/blue Chair” (1918-1923)

—–dikutip dari buku Tinjauan Desain, Dari Revolusi Industri hingga Posmodern—-

Gaya yang berasal dari Belanda, De Stijl adalah suatu seni dan pergerakan disain yang dikembangkan sebuah majalah dari nama yang sama ditemukan oleh Theo Van Doesburg. De Stijl menggunakan bentuk segi-empat kuat, menggunakan warna-warna dasar dan menggunakan komposisi asimetris. De Stijl atau dalam Bahasa Inggris the style adalah gerakan seni di sekitar tahun 1920an. Konsep ini berkembang seiring terjadinya perang dunia pertama yang berlarut-larut. Komunitas seni de Stijl kemudian berusaha memenuhi keinginan masyarakat dunia mengenai sistem keharmonisan baru di dalam seni.

Konsep ini diwujudkan dalam pemikiran utopia. Mereka mewujudkan abstraksi dan keuniversalan dengan mengurangi campur tangan bentuk dan kekayaan warna semaksimal mungkin. Komposisi visual disederhanakan menjadi hanya bidang dan garis dalam arah horisontal dan vertikal, dengan menggunakan warna-warna primer seperti merah, biru, dan kuning di samping bantuan warna hitam dan putih.

Dalam kebanyakan karya seni, garis vertikal dan horisontal tidak secara langsung bersilangan, tetapi saling melewati satu sama lain. Hal ini bisa dilihat dari lukisan Mondrian, Rietveld Schröder House, dan Red and blue chair.

Pengaruh dan perkembangan

Konsep de Stijl banyak dipengaruhi filosofi matematikawan M. H. J. Schoenmaekers. Piet Mondrian, kemudian mempublikasikan manifes seni mereka Neo-Plasticism pada tahun 1920, meskipun istilah ini sebenarnya sudah digunakan olehnya pada 1917 di Belanda dengan frase Nieuwe Beelding. Pelukis Theo van Doesburg kemudian mempublikasikan artikel De Stijl dari 1917 hingga 1928, menyebarkan teori-teori kelompok ini. Perupa de Stijl antara lain pematung George Vantongerloo, dan arsitek J.J.P. Oud dan Gerrit Rietveld.

Pada dasarnya aliran de Stijl hanya bergerak dalam dunia lukis. Sebab bagaimanapun konsep de Stijl adalah abstraksi secara ideal komposisi warna dalam bentuk dua dimensi, walaupun kemudian juga menghasilkan kesan ruang. Pemanfaatannya sangat banyak di dalam interior dan arsitektur. namun seperti yang ditulis oleh Piet Mondrian bahwa de Stijl tetaplah sebuah konsep ideal dalam dua dimensi. Meskipun Theo van Doesburg berusaha keras memperjuangkan pengaplikasiannya dalam dunia arsitektur, de Stijl tetaplah hanya menjadi bahan pertimbangan dalam pengolahan bidang-bidang warna, bukan arsitekturnya sendiri.

de Stijl meredup seiring perpecahan di antara Theo van Doesburg yang aplikatif dan Piet Mondrian yang teoritis. Hingga akhirnya majalah de Stijl terakhir kali terbit untuk mengenang kematian Theo van Doesburg.



Seniman yang terlibat dalam gerakan de Stijl

Piet Mondrian (18721944)

Theo van Doesburg (18831931)

Ilya Bolotowsky (19071981)

Marlow Moss (18901958)

Amédée Ozenfant (18861966)

Max Bill (19081994)

Jean Gorin (18991981)

Burgoyne Diller (19061965)

Georges Vantongerloo (18861965)

Gerrit Rietveld (18881964)

 

compo.jpg

 

“Card Players,” oil painting by De Stijl artist Theo van Doesburg, 1917;
in the collection of the Haags Gemeentemuseum, The Hague

dsc01111.jpg

Salah satu pengaplikasian aliran de-stjil pada visualisasi fashion.

01042008984.jpg

De-stjil dalam salah satu interior ruangan

Art Deco

ART DECO

Berawal dari pameran yang berjudul Paris expodition des Art Decoratifs es industries pada tahun 1925 di Perancis, didapatkan nama ART DECO. Art Deco pada awalnya muncul dan berkembang di Perancis di antara dua perang dunia pada tahun 1920-an, mengantisipasi perkembangan teknologi. Kehebatan mesin dan dunia transportasi seperti pesawat terbang dan kapal laut menjadi inspirasi dan pendukung berkembangnya gaya ini. Di Amerika gaya Art Deco juga menghasilkan pendekatan baru dalam desain untuk kendaraan transportasi yaitu, munculnya ornamen-ornamen dekoratif yang memanfaatkan unsur-unsur garis hias yang mengesankan gerak dan kecepatan. Jaman Art Deco sangat terkenal dengan mobil, kapal laut dan pesawat terbang yang dianggap sebagai simbil modernitas.

Gaya Art Deco banyak dimanfaatkan dalam arsitektur, desain grafis, desain otomotif, desain furnitur, desain produk. Gaya Art Deco ini disebut juga gaya Moderne atau Modernistik yaitu perpaduan antara bentuk baru yang disederhanakan dengan kecenderungan dekoratif lama. Desain Art Deco banyak menggunakan bahan-bahan mahal dan sedikit ornamen hias. Ornamen yang digunakan lebih beraturan dan banyak menggunakan garis-garis lurus atau persegi (rectilinear).

Art Deco adalah kecenderungan visual yang murni gaya, tanpa ideologi apapun. Gaya Art Deco menyebar di berbagai negara Eropa. Perancis sebagai pusat Art Deco telah memiliki sekolah seni dekoratif The Martine School sejak tahun 1911. Walaupun pada saat itu modernisme yang mengutamakan fungsionalisme dalam desain sedang berkembang, namun kelas menengah yang mampu tetap memiliki kecenderungan estetis pada gaya dekoratif.

Tokoh Art Deco yang terkenal, terutama di Perancis adalah AM Cassandre, Jean Carlu. Desain Art Deco banyak menggunakan gradasi warna yang halus serta warna yang mengesankan efek kilauan atau lengkungan logam. Tidak seluruh gaya Art Deco dapat disebut mewah, karena gaya Art Deco untuk arsitektur Amerika justru dapat menekan biaya produksi. Di Amerika, Art Deco banyak digunakan sehingga seringkali disebut “gaya Odeon”.

Art Deco mencoba tampil di tengah-tengah jaman modernisme dengan memanfaatkan ornamen hias. Art Deco banyak digunakan untuk menampilkan kesan futuristik. Art Deco mementingkan kebebasan, anarkis dan suasana karnaval. Sebuah buku berjudul “Mise en Page” (1929) karya pedesain Art Deco Perancis A. Tollmer menjelaskan:

“…lay-out harus bebas dari segala aturan. Untuk mendapatkan kombinasi yang paling bervariasi, menjadi sangat perlu untuk membuang susunan yang setia pada sumbu vertikal-horisontal. Dapatkan komposisi miring (oblique) atau lengkungan. Inilah teknik moderen untuk periklanan moderen.”

Art Deco Lahir di Paris 1925 pada sebuah pameran International Exposition des Arts Decoratifs. Pada pameran itu, ada dua pavilion yang lain dari peserta lainnya pada masa itu. Sampai-sampai ada pengunjung membuat lelucon bahwa kedua pavilion itu terbuat dari kotak-kotak peti kemas. Dengan style yang sangat kaku, geometrik, konstrukstif tipikal Rusia dan satu pavilion kecil sebuah majalah seni, L’Esprit Nouveau New Spirit), yang di desain oleh dua orang sepupu CharlesEdouard dan Pierre jeanneret yang dikenal sebagai Le Corbusier.

Style ini adalah gaya yang berkembang karena kejenuhan masyarakat akan art nouveau yang dianggap terlalu dekoratif. Sebagian besar format art deco adalah bentuk geometris yang lebih jazzy/stylish dan seringkali terinspirasi dari dunia Afrika, dengan kayu-kayu tropis, menggunakan motif inlays, zebra dan leopard.

534px-chrysler_building-_top.jpg

chrysler building

01042008995.jpg

Pola Art deco pada tiang pada sebuah Mall. geometris, segitga dan perulangan.

da-vinci.jpg

salah satu gedung dijakarta yang berarsitektur Art deco…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.